- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pengenaan pajak untuk laundry Pertambahan Nilai (PPN) atas Jasa Pendidikan Non-Formal (seperti Bimbingan Belajar/Bimbel, Kursus Bahasa, dan Pelatihan Keterampilan) diatur dalam Undang-Undang PPN dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2022.
Secara umum, jasa pendidikan non-formal dikategorikan ke dalam Jasa Pendidikan yang Dibebaskan dari Pengenaan PPN, dengan syarat dan ketentuan tertentu.
1. Syarat Jasa Pendidikan Bebas PPN
Agar jasa bimbel, kursus bahasa, atau pelatihan terbebas dari pemungutan PPN (12%), lembaga penyelenggara harus memenuhi 2 kriteria utama:
Memiliki Izin Operasional Resmi: Lembaga pendidikan non-formal harus terdaftar dan mengantongi izin resmi dari pemerintah/kementerian terkait (misalnya Dinas Pendidikan atau Dinas Tenga Kerja / Kemnaker setempat).
Menyelenggarakan Kurikulum Terstruktur: Memiliki program pembelajaran yang jelas, satuan pendidikan, serta menerbitkan sertifikat/surat tanda tamat belajar bagi peserta.
Catatan Ringkas: Jika lembaga telah memiliki izin resmi sebagai lembaga pendidikan non-formal/kursus (LPK/LKP), maka penyerahan jasa pendidikannya dibebaskan dari pengenaan PPN, berapa pun nilai omzet usahanya.
2. Kapan Jasa Kursus/Pelatihan Dikenakan PPN (12%)?
Jasa pelatihan atau bimbingan akan terutang PPN sebesar 12% apabila berada dalam kondisi berikut:
Tidak Memiliki Izin Pendidikan Resmi: Dikembangkan murni sebagai kegiatan bisnis komersial tanpa izin operasional lembaga pendidikan non-formal dari pemerintah.
Pelatihan Berbasis Produk Digital Kuis/Konten Mandiri (Self-paced Video Course): Dijual dalam bentuk akses konten digital/aplikasi tanpa interaksi pengajaran terstruktur (kategori produk digital PMSE).
Dioperasikan oleh PKP: Penyelenggara yang tidak memiliki izin pendidikan tersebut telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) karena omzetnya melebihi Rp4,8 miliar per tahun (atau mengajukan PKP secara sukarela).
3. Matriks Perbandingan Status PPN
| Jenis Layanan Pendidikan Non-Formal | Izin Operasional Resmi | Status PPN |
| Bimbel / Kursus Bahasa / LPK | Ada (Dinas Pendidikan / Disnaker) | Bebas PPN |
| Pelatihan Profesi / Keterampilan | Ada (Izin LPK / Kemenaker) | Bebas PPN |
| Pelatihan Komersial / Boot Camp | Tidak Ada (Izin Usaha Umum) | Terutang PPN 12% (Jika PKP) |
| Akses Video Kelas Online / Modul Digital | Tidak Ada | Terutang PPN 12% (Jika PKP/PMSE) |
4. Dampak Bebas PPN bagi Pengusaha / Lembaga
Faktur Pajak Khusus: Walaupun dibebaskan dari PPN, jika lembaga bimbel/kursus tersebut sudah berstatus PKP, lembaga tetap wajib menerbitkan pajak penjualan merchandise dengan kode
08(Penyerahan BKP/JKP yang Dibebaskan dari Pengenaan PPN).Pajak Masukan Tidak Dapat Dikreditkan: Karena penyerahan jasa pendidikannya mendapat fasilitas dibebaskan, PPN atas pembelian barang/jasa operasional lembaga (Pajak Masukan) tidak dapat dikreditkan/diminta kembali, melainkan dibebankan sebagai biaya usaha.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar